Kamis, 15 Januari 2026

thumbnail

Apakah Isa Almasih Itu Tuhan Atau Nabi


 Isa Almasih (Yesus) dipandang berbeda oleh agama-agama besar: Islam menganggapnya sebagai nabi, hamba Allah yang mulia, dan Mesias, tetapi bukan Tuhan atau anak Tuhan. Sebaliknya, Kristen meyakini Isa adalah Tuhan yang berinkarnasi, Putra Allah, yang sepenuhnya manusia dan sepenuhnya ilahi (100% manusia, 100% Tuhan). Perbedaan mendasar ini terletak pada konsep keilahian dan peran-Nya dalam keselamatan. 

Pandangan dalam Islam (Nabi)
  • Nabi dan Utusan: Al-Qur'an menyebut Isa sebagai nabi dan rasul (utusan) Allah yang diutus kepada Bani Israil, dengan gelar Isa ibn Maryam (Isa putra Maryam) dan Al-Masih.
  • Mukjizat: Isa melakukan mukjizat seperti menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang mati atas izin Allah, menunjukkan keistimewaan-Nya.
  • Bukan Tuhan: Islam menegaskan tauhid (keesaan Allah) mutlak, menolak keilahian Isa, penyaliban-Nya, atau bahwa Dia adalah anak Tuhan, sesuai QS 5:73.
  • Kelahiran Istimewa: Ia lahir dari perawan Maryam, tetapi penciptaan-Nya di sisi Allah seperti penciptaan Adam (dari tanah), menunjukkan kebesaran Allah, bukan keilahian Isa (QS 3:59). 
Pandangan dalam Kristen (Tuhan)
  • Firman yang Menjadi Manusia: Injil menyatakan Isa adalah "Firman (Logos) Allah" yang menjadi manusia dan tinggal di antara kita (Yohanes 1:14).
  • Putra Allah: Diyakini sebagai Putra Allah yang tunggal, yang menjelma menjadi manusia untuk menyatakan kasih Allah dan menebus dosa manusia.
  • Keilahian Penuh: Isa diyakini memiliki sifat ilahi, disebut "Tuhan dan Guru" (Yohanes 13:13) dan disembah sebagai Tuhan.
  • Penyaliban dan Kebangkitan: Kematian dan kebangkitan-Nya adalah inti keselamatan bagi umat Kristen, meskipun Al-Qur'an menyangkal penyaliban-Nya. 
Singkatnya, Islam melihat Isa sebagai nabi yang luar biasa tetapi manusia, sementara Kristen melihat-Nya sebagai Tuhan yang menjadi manusia. 

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog